Rakernas Persatuan Cricket Indonesia Sepakat PON Tidak Ada Batasan Usia

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Cricket Indonesia (PCI) berlangsung sukses.

Dua hal penting yang dihasilkan yakni penetapan akan diadakan tiga Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan tidak ada pembatasan usia bagi peserta Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020.

Keputusan itu disampaikan Ketua Panitia Pelaksana Rakernas PCI, KRT Abhiram S Yadav dalam acara penutupan Rakernas diHotel Century Park Jakarta, Senin (26/2/2018).

“Sebanyak 18 Pengprov PCI yang hadir di Rakernas mendukung penuh hasil Rakernas. Dan, mereka dipastikan akan mengirimkan tim yang akan tampil di tiga kejurnas yakni kejurnas U 17, U 22 dan Senior,” ungkapnya.

Menyangkut masalah batasan usia PON yang semula ditetapkan 22 tahun, kata Abhiram, peserta Rakernas sepakat tidak ada pembatasan usia.

“Tidak ada batasan usia peserta PON 2020 ini dipastikan akan membuat pertandingan crIcket PON bisa lebih ramai dan seru. Dan, keputusan ini sudah sesuai dengan keinginan organisasi cricket internasional (ICC),” katanya.

Sebelum PON Papua 2020, PP PCI akan menggelar Babak Kualifikasi PON 2020 untuk menentukan 8 tim putra dan 8 tim putri yang akan mendapat tiket. Dan, Di PON Papua 2020 akan diperebutkan 6 medali emas.

Mengenai adanya reward and punishment yang diterapkan Ketua Umum PP PCI, Aziz Syamsuddin, kata Abhiram, sangat diapresiasi peserta Rakernas. Bahkan, mereka telah menyatakan tekadnya untuk mendukung seluruh program peningkatan prestasi atlet cricket ke depan.

“Saya sudah melaporkan kepada pak Azis Syamsuddin mengenai hasil keputusan Rakernas dan juga komitmen peserta dalam mendukung program pembinaan cricket yang ditetapkan PP PCI,” katanya.

Diakui Abhiram, tugas dan tanggung pengurus PP PCI cukup berat mengingat adanya keinginan untuk bisa menembus peringkat 5 pada Cricket World Cup di Meoulborne, Australia 2019. Namun, dia yakin apa yang diinginkan tersebut bisa terwujud jika semua pihak terkait mendukung.

“Memamg berat tugas. Tapi, saya yakin tugas itu bisa dijalankan dengan baik jika semua pihak komit dengan tugas dan tanggung jawab yang diberikan,” tuturnya.

Sebelum terjun di babak kualifikasi Cricket World Cup, kata Abhiram, PP PCI akan menerjunkan Tim Cricket Indonesia pada Kejuaraan Cricket Internasional di Thailand, 4-14 Februari 2018, Bali Six di Bali, 30 Maret dan pengganti event Asian Games 2018 yang digelar di Incheon, Korea Selatan sekitar Agustus 2018.

“Ketiga event internasional ini akan dijadikan ajang uji coba dan evaluasi sebelum tampil pada¬† babak kualifikasi World Cup 2019 di Filipina, Desember 2018. Di babak kualifikasi ini, Indonesia menjadi tim unggulan,” paparnya.

Papua Bangun Lapangan Cricket Standar Internasional kata Suwarno

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kehadiran Wakil Ketua Umum KONI Pusat Suwarnomembawa angin segar bagi masyarakat cricket Indonesia.

Selain cabor cricket resmi dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020, dia memastikan pertandingan cricket akan digelar di lapangan cricket standar internasional.

“Tahun 2018 ini, lapangan cricket standar internasional akan dibangun di Jayapura, Papua. Lapangan yang dibangun dengan bantuan pemerintah pusat ini akan dijadikan tempat pertandingan cabor cricket PON 2020 nanti,” ungkap Suwarnousai membuka secara resmi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PCI di Hotel Century Park Jakarta, Minggu (25/2/2018).

Dalam sambutan, Suwarno juga mengapresiasi keberhasilan PP PCI di bawah kepemimpinan Aziz Syamsuddin yang sukses meraih prestasi.

 

“Saya apresiasi kerja keras pengurus PP PCI pimpinan Aziz Syamsuddin yang sukses menyiapkan Tim Cricket Indonesia meraih medali perak dan perunggu pada SEA Games Malaysia 2017. Ini prestasi yang tidak gampang diraih apalagi organisasi olahraga cricket baru berdiri,” katanya.

Selain lapangan cricket, kata Suwarno, Papua juga akan memiliki lapangan hoki, kolam renang, istora (bulutangkis) dan velodroom balap sepeda juga dengan standar internasional.

Lebih jauh, Suwarno meminta semua pihak untuk mensukseskan pelaksanaan PON Papua 2020. “Sukses PON Papua itu sangat penting bagi Indonesia. Selain bisa menghasilkan atlet berprestasi internasional,¬† kita bisa meperlihatkan kepada dunia bahwa tidak ada diskriminasi di Papua